(0541) 7893842 sdn029samboja@gmail.com

Kukar Sukseskan Gerakan Tanam Cabe, SDN 029 Samboja Raih Juara 1 Kategori Gabungan

Oleh

admin

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Ketahanan Pangan sukses menggelar Lomba Gerakan Tanam Cabe periode 2024–2025. Kompetisi yang berlangsung selama dua tahun ini diikuti oleh sedikitnya 190 kelompok yang tersebar di 20 kecamatan, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga dan menekan laju inflasi daerah.

Perlombaan ini dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu:

  1. Kategori TP PKK
  2. Kategori Kelompok Wanita Tani (KWT)
  3. Kategori Gabungan (Sekolah, Masjid, dan Instansi)

Puncak Acara dan Penyerahan Hadiah

Setelah melalui proses penilaian yang ketat sejak tahun 2024, pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah resmi dilaksanakan pada hari ini, Selasa, 30 Desember 2025, bertempat di Ruang Rapat Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Acara ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan, penggerak pertanian, serta perwakilan dari berbagai instansi yang telah berkontribusi hijau dalam gerakan menanam di lahan terbatas maupun pekarangan.

Prestasi Gemilang Sektor Pendidikan

Kejutan besar muncul dari Kategori Gabungan. Unit pendidikan membuktikan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga menjadi pelopor kemandirian pangan. SDN 029 Samboja berhasil dinobatkan sebagai Juara 1 dalam kategori ini, mengungguli berbagai instansi dan kelompok lainnya.

Keberhasilan SDN 029 Samboja dalam mengelola kebun cabai di lingkungan sekolah dinilai memenuhi kriteria terbaik, mulai dari teknik penanaman, pemeliharaan, hingga keberlanjutan program yang melibatkan partisipasi aktif siswa dan guru.

“Kemenangan ini adalah buah kerja keras seluruh warga sekolah. Kami ingin menunjukkan bahwa dari sekolah, kita bisa mengajarkan anak-anak mencintai pertanian sekaligus membantu ketahanan pangan daerah,” ujar Kepsek dari SD pemenang.

Harapan ke Depan

Melalui Gerakan Tanam Cabe ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berharap semangat menanam tidak berhenti setelah lomba usai. Dengan partisipasi 190 kelompok di 20 kecamatan, diharapkan komoditas cabai tidak lagi menjadi pemicu inflasi, melainkan menjadi simbol kemandirian ekonomi masyarakat Kukar.

[addtoany]

Popular Post